Archive for June 8th, 2008
MENGAPA JAWA BARAT CENDERUNG IDENTIK DENGAN BAHASA SUNDA?
Jawa Barat adalah salah satu provinsi di pulau Jawa yang paling banyak penduduknya. Jawa Barat beribukotakan Bandung. Di Bandung sendiri bahasa daerah yang paling banyak dipakai adalah bahasa sunda. Dengan latar belakang ini dapat dikatakan bahwa Bandung merupakan kota yang ‘berbahasa sunda’.
Yang sering kita lihat dari citra Jawa Barat adalah Parahiyangan. Ini juga menjadi salah satu penanda dari Jawa Barat. Dan Parahiyangan adalah daerah dengan penduduk berbahasa sunda. Dan yang pasti Jawa Barat beribukotakan Bandung yang mana bahasa daerah yang paling banyak dipakai adalah bahasa sunda. Dengan latar belakang ini dapat dikatakan bahwa Bandung merupakan kota yang ‘berbahasa sunda’. Seperti yang diketahui bahwa Jawa Barat banyak memiliki kota diantaranya Bandung yang merupakan Ibukota, Bogor, Kuningan, Bekasi, Depok, Cirebon, Indramayu serta banyak kota-kota lainnya. Kota – kota yang disebut di awal merupakan kota yang penduduknya mayoritas menggunakan bahasa sehari-harinya adalah bahasa sunda. Mungkin inilah yang menjadikan citra yang menyatakan bahwa Provinsi Jawa Barat adalah Provinsi yang identik dengan bahasa sunda. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Karena sebenarnya ada kota-kota besar di Jawa Barat yang penduduknya tidak menggunakan bahasa sunda pada kesehariannya, melainkan menggunakan bahasa Jawa. Dua kota yang disebut terakhir adalah contoh dari beberapa kota yang menggunakan Bahasa Jawa. Hal ini kurang diperhatikan oleh banyak orang, karena memang citra Jawa Barat di mata banyak orang adalah berbahasa sunda. Sedangkan di Cirebon sendiri bahasa yang digunakan oleh penduduknya antara lain adalah jawa dan sunda.
Perlu diperhatikan juga faktor geografis yang menyebabkan penduduk Cirebon diidentikkan dengan bahasa sunda. Adalah Kuningan yang merupakan daerah yang menjadi perbatasan Cirebon bagian selatan yang penduduknya mayoritas menggunakan bahasa sunda. Memang diakui bahwa penduduk Cirebon yang tinggal berbatasan dengan Kota Kuningan berbahasa sehari-hari dengan bahasa sunda. Tetapi asumsi ini tidak dapat menyatakan bahwa penduduk Cirebon diidentikkan dengan bahasa sunda. Karena pada asalnya penduduk Cirebon memiliki bahasa pokok bahasa Jawa. Dengan kata lain alasan ini tidak cukup untuk menjustifikasi penduduk Cirebon berbahasa sunda (atau dengan kata lain Cirebon identik dengan penduduknya yang berbahasa sunda). Karena kita tahu bahwa Cirebon juga berbatasan dengan Indramayu di sebelah barat dan Losari di sebelah timur yang notabene penduduk kedua kota ini berbahasa jawa. Dan tetap saja keidentikan sunda masih tetap saja menempel. Memang semua dikembalikan kepada masyarakat, karena masyarakatlah yang menilai. Semoga pemikiran kecil seperti ini tidak akan memecah belah bangsa Indonesia pada umumnya dan penduduk Jawa Barat pada khususnya. Ta’alallahu bi’ulumihi wa’adzimi sifatihi. Wallahu a’lam.
1 comment June 8, 2008













