Archive for December, 2008
Penulisan Binomial Numenclatur
Binomial Numenclatur adalah system penulisan nama ilmiah bagi makhluk hidup. Sebutan lain dari Binomial Numenclatur adalah penulisan nama latin dari makhluk hidup. Penulisan ini diatur untuk mencegah kekacauan pada penamaan makhluk hidup. Dengan adanya binomial numenclatur ini, para ilmuan, mahasiswa dan atau semua orang yang memerlukan penamaan bagi makhluk hidup dapat terbantu. Dengan ini penamaan makhluk hidup dapat disusun dengan lebih teratur. Penamaan ini pertama kali dicetuskan oleh seorang naturalis berkebangsaan Swedia, Carl van Linne (atau dalam bahasa Latin disebut Carolus Linneaus). Seiring dengan perkembangan ilmu biologi, sistem binomial numenclatur juga ikut berkembang, disamping makin banyaknya makhluk hidup yang ditemukan.
Sistem penamaan ini berkembang dari yang sederhana sampai dengan yang sekarang digunakan. Aturan yang ada saat ini masih baku digunakan di universitas-universitas, sekolah-sekolah dan juga dalam jurnal-jurnal serta buku-buku ilmiah.
Secara umum standar penulisan dari Binomial Numenclatur adalah sebagai berikut:
- Nama ditulis menggunakan dua kata dalam bahasa Latin.
- Kata pertama menunjukkan nama Genus dari makhluk tersebut
- Kata kedua menunjukkan spesies dari makhluk tersebut
- Huruf pertama dari kata pertama ditulis dengan huruf besar/ kapital
- Huruf pertama dari kata kedua ditulis dengan huruf kecil
- Kedua kata ditulis miring
- Alternative bagi penulisan miring adalah dengan menggunakan penulsan menggunakan garis bawah.
Tulisan ini ditujukan bagi media cetak (tentunya) yang kurang memperhatikan aturan penulisan nama ilmiah bagi makhluk hidup (baik hewan maupun tumbuhan). Aturan penulisan ini dinamakan Binomoial Numenclatur dan sudah menjadi standar internasional bagi penulisan nama ilmiah. Pada masa sekarang ini banyak media cetak yang tidak terlalu memperhatikan aturan penulisan ini, padahal media cetak merupakan media informasi yang dibaca oleh masyarakat luas. Tentunya masyarakat (cukup) mempercayai apa yang ditulis dalam media cetak sehingga selanjutnya menjadikannnya sebagai patokan (dalam hal ini dalam masalah keilmuan). Jadi jika kemudian apa yang dituliskan dalam media cetak mengandung kesalahan, kemudian masyarakat luas membacanya dan mempercayainya tanpa tinjauan kritis, maka yang terjadi adalah kesalahan yang beruntun yang tidak dapat terbantahkan. Kasus seperti ini sering terjadi dalam permasalan keilmuan dalam kaitannya dengan penulisan istilah-istilah ilmiah. Melalui tulisan ini, penulis mencoba untuk mengingatkan kepada pihak media cetak agar dapat lebih memperhatikan penulisan istilah ilmiah bukan hanya pada penulisan istilah biologi (contoh: Binomial Numenclatur), tetapi juga penulisan istilah ilmiah lainnya sehingga tidak terjadi kesalahan yang beruntun dan menghentikan kesalahan berkepanjangan yang sudah terjadi.
Sekian dari penulis, mohon maaf atas segala kesalahan.
Wallahu a’lam bi kulli al Shawab…
Wassalaam
2 comments December 18, 2008
Computational Statistics, apaan?
Computational statistics, sebuah kata yang baru-baru ini saya dengar. Kalau dibaca, mengandung berbagai makna. Kata ini mengandung dua bidang ilmu yang sedikit berbeda. Computational dan Statistics. Ada apa dengan ini?. Kalau dirunut, kita baca Computational berarti penghitungan, atau lebih dekat kepada bidang komputasi atau komputer. Sedangkan Statistics, hampir semua orang kenal kata ini, yang merupakan suatu bidang ilmu yang banyak melibatkan data. Saya sebagai orang di bidang matematika sebenarnya agak aneh melihatnya, penggabungan antara Komputasi dan Statistika. Sekedar pengetahuan, di dalam matematika ada beberapa bidang konsentrasi, ada Matematika murni, terapan, riset operasi dan yang lainnya adalah komputasi dan statistika.
Kalau kita perhatikan, matematika dalam bidang komputasi banyak mengambil peran di bidang komputer dan segala macamnya. Maksudnya, bidang matematika yang banyak membahas tentang komputasi yang menyangkut perhitungan dalam komputer dan lain sebagainya. Dan ini adalah bagian dari matematika. Sedangkan statistika, merupakan bidang matematika yang banyak berhubungan dengan data dan analisanya (maaf kepada anak stat kalo saya kurang dalam deskripsinya..:p). Dan setahu saya kedua bidang ini – komputasi dan statistika – agak jauh dalam keterkaitannya. Tapi ternyata sekarang ada bidang yang menggabungkan keduanya yaitu Computational Statistics. Hebat kan….?!
Pada saat pertama kali bahasan ini muncul di permukaan (pikiran saya), yang kemudian saya tanyakan kepada dosen, Computational Statistics gampangnya adalah penghitungan atau aplikasi statistika digabungkan dengan komputasi. Sebagai contoh, dosen saya menerangkan, ada beberapa rumus dalam statistika yang dapat dianalisa dengan komputasi. Misalnya, rumus mean (rata-rata) atau varinasi – sebenarnya ada lebih dari satu* – yang satu dibandingkan dengan rumus variansi yang lain menggunakan suatu program/ k0de komputer. Dengan kode komputer ini dianalisa kompleksitas dari rumus-rumus itu, yang manakah rumus yang lebih efisien, dalam arti kompleksitasnya lebih kecil. Itu mungkin salah satu gambaran kecil dari Computational Statistics. Tapi sebenarnya penerapan yang ada dalam bidang ilmu ini sangatlah banyak. Ada penerapan komputasi, permodelan, bahkan database yang diterapkan dalam statistika. Sungguh luar biasa… (ternyata masih banyak ilmu yang belum dipelajari di dunia ini..!).
Ini sedikit penjelasan dari buku: ( Computational Statistic Handbook with Matlab. Wendy L. Martinez, Anggel R. Martinez. CHAPMAN & HALL/CRC)
“Computational statistics adalah suatu bidang yang menarik dan tergolong baru dalam statistik. Disamping terdapat banyak bidang statistik dasar klasik dalam fungsi parameter dan asumsi, pendekatan computational statistics adalah dengan membiarkan data ‘berbicara’ tentang adanya. Adanya komputer dengan kemampuan pengolahan bilangan, mrerupakan cara untuk menampilkan struktur dua sampai tiga dimensi dalam layar, yang membuat perhitungan statistik dapat digunakana dalam analisa banyak data.
Computational statistics banyak menggunakan angka dalam penggunaanya. Metode dalam computational statistics diantaranya dapat membantu dalam menganalisa untuk menggambarkan penjelasan analisa data dalam teknik estimasi kepadatan probabilitas yang rumit, metode monte carlo*, dan visualisasi multidimensi dengan baik .”
* tambahan :
Saya baru tau kalau ternyata dalam statistik beberapa rumus memiliki bentuk yang berbeda, diantaranya yang saya tau yaitu rumus variansi dan rata- rata. Makanya saya bisa menggunakan kasus ini untuk penerapan metode Computational statistics .
* tambahan lagi:
Kalo metode monte carlo ini memang salah satu metode yang khusus digunakan dalam analisa perhitungan yang rumit. Metode ini digunakan dalam perhitungan menggunakan integral tinggkat tinggi (kalo integral masih satu atau dua, malah g bisa pake metode ini..!), atau dalam metode yang kompleks, nonlinier dan memiliki parameter yang tidak tetap…(nah lho apaan lagi tuh…?!)
Add comment December 7, 2008













