Archive for February 7th, 2009

Teman dan Tisu Makannya

Suatu ketika teman saya menuturkan sesuatu, dia berkata “sekarang ini saya berusaha mengurangi penggunaan tisu dalam kegiatan sehari-hari, seperti dalam mengelap muka. Sebagai alternatifnya saya sekarang selalu membawa sapu tangan”. Saya sangat tergugah dengan perkataan tersebut. Karena dengan pernyataan tersebut teman saya melakukan usaha pelestarian bumi. Ia beralasan, jika kita banyak menggunakan tisu, maka tentunya lebih banyak pula pohon yang ditebang, karena bahan dasar dari tisu tersebut adalah dari kayu.

Alasan mengurangi penebangan pohon tersebut merupakan alasan yang sangat tepat, karena dengan berkurangnya pohon yang ditebang, kelestarian hutan dan bumi dapat terjaga. Usaha yang dilakukan oleh teman saya itu mungkin hanyalah hal kecil. Tetapi itu dapat membawa manfaat bagi kelestarian bumi ini. Jika banyak orang dapat diajak untuk mengikuti langkah yang dicetuskan tadi, maka akan semakin banyak pengurangan dalam penggunaan tisu, dan semakin berkurang pula pohon yang ditebang. Maka usaha yang kecil tadi akan membawa dampak yang besar karena dilakukan oleh banyak orang. Dan oleh sebab itu, bumi kita akan bertambah lestari.

Sebenarnya kesadaran seperti ini perlu ditanamkan dalam setiap jiwa manusia di bumi. Karena kita manusia sepenuhnya bertanggungjawab atas apa yang terjadi di bumi ini. Kebanyakan kerusakan yang terjadi di bumi ini adalah akibat ulah manusia yang tidak memperhitungkan kelestarian bumi ini.

Usaha-usaha dalam pelestarian bumi sebenarnya sangatlah banyak. Kita tidak perlu memikirkan bagaimana melakukan sesuatu yang besar, karena usaha yang kecil tetapi secara berkala juga dapat membantu pelestarian bumi. Contoh usaha itu antara lain dengan mengurangi penggunaan plastik seperti plastik belanja. Hal ini bisa mengurangi kelebihan penggunaan minyak bumi, karena bahan dasar plastik adalah minyak bumi (sebenarnya usaha pengurangan penggunaan plastik belanja sudah dicanangkan di banyak negara, contohnya Cina, dan ini merupakan program pemerintah setempat). Kita juga bisa melakukan hal yang mudah tetapi bisa membantu pelestarian, seperti membuang sampah pada tempatnya dan hal-hal sederhana yang lain yang bisa menambah kelestarian lingkungan. Semua ini bisa berdampak besar asalkan dilakukan dengan baik dan berkala.

Dan pada akhirnya dengan semua usaha yang dilakukan kita berharap akan kelestarian bumi akan tetap terjaga hingga generasi penerus kita kelak. Tentunya semua usaha baik yang dilakukan akan dibalas oleh Allah Swt.

Add comment February 7, 2009

Karya Ilmiah Internasional

Saya sebagai mahasiswa banyak memakai referensi dari buku-buku yang ada dari luar negeri. Kekaguman saya muncul ketika beberapa penulis buku itu merupakan orang-orang asia. Ada rasa bangga yang muncul dari diri ini dengan adanya karya ilmiah berupa buku tersebut. Sebagai contoh, saya melihat banyak teman-teman saya di bidang statistika sering mengandalkan/ merujuk kepada buku karya Subbash Sharma dalam bidang Multivariate Analysis. Buku tersebut sering menjadi referensi utama bagi teman-teman statistika saya dalam menyelesaikan tugas ataupun masalah dalam bidang multivariat statistik. Buku tersebut juga sering menjadi rujukan bagi para dosen dalam mengajarkan teori statistika. Buku tersebut merupakan satu dari karya orang India yang merambah ke dunia Internasional.

Yang menjadi sudut pandang saya adalah, banyak atau sering kontribusi dunia internasional dalam bidang ilmu pengetahuan yang dilakoni oleh orang-orang India dan Cina. Contoh buku lainnya yaitu Introduction to Econometrics, yang penulisnya adalah Damodhar Gujarati. Dari tampilannya saja, kita bisa langsung menebak bahwa sang penulis adalah orang India. Banyak tersebar nama-nama orang Cina dan India dalam karya-karya di bidang ilmu pengetahuan, terlepas dari asumsi apakah orang tersebut memang orang Cina dan India asli ataupun bukan. Yang pasti dengan menggunakan nama tersebut, ia masih membawa budaya nenek moyangnya. Tentunya kita tidak sulit menebak nama dari orang-orang Cina dan India. Tentunya kita tahu karya yang dihasilkan oleh orang barat lebih banyak. Tetapi ada sedikit kebanggaan ada orang asia yang juga bisa berkarya dan bersaing di dunia internasional.

Dari keterangan tersebut, yang memperhatikan saya adalah mengapa tidak ada ataupun jarang sekali kontribusi-kontribusi seperti tadi dilakukan oleh orang Indonesia. Saya jarang atau bahkan belum menemukan karya dalam bidang ilmu pengetahuan yang penulisnya adalah orang Indonesia. Saya memohon maaf karena saya sejatinya belum menemukan hal tersebut. Mungkin yang baru saya ketahui adalah hanya tesis dari Andrea Hirata – sang penulis tetralogi laskar pelangi – dalam bidang ekonomi komunikasi yang menjadi menjadi salah satu rujukan penting dalam bidang ekonomi.

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia bahwa karya salah satu putra negeri ini bisa ‘mendunia’. tetapi adakah karya-karya yang lain yang bisa mendunia? ini menjadi suatu ironi bagi bangsa yang merupakan salah satu negara berpenduduk terbanyak di dunia. Kita bisa bangga dengan para prestasi para siswa-siswi yang menjuarai berbagai olimpiade matematika ataupun sains yang lain. Tetapi kemana yang lainnya? Kemanakah orang Indonesia lain yang memiliki karya yang bisa mendunia dan bisa terkenal di dunia internasional? Akankah hanya segelintir orang saja yang dapat berprestasi? Ini merupakan tantangan tersendiri bagi para pemuda Indonesia. Jika kita bisa menghasilkan karya yang mendunia, maka tentunya kebanggaan itu tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri. Tetapi pasti dirasakan juga oleh seluruh negeri, karena kita bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi negeri ini.

Add comment February 7, 2009

Budaya

Dalam bebapa minggu ini saya menonoton beberapa film yang menyuguhkan nuansa budaya Cina, yaitu Kungfu Panda dan Red Cliff. yah mungkin salah satunya film yang sudah lama. tapi bukan itu yang perlu dipikirkan. Yang saya perhatikan adalah bagaimana orang Cina bisa menampilkan kehebatan dan kemegahan budaya yang dimilikinya. Mereka (orang Cina) mau dan rela budayanya dieksplorasi dan dieksploitasi – dalam hal ini dalam bentuk film. Mereka bisa bangga dengan ekplorasi yang dilakukan terhadap mereka tanpa takut kebudayaan tersebut hilang karena eksplorasi itu. Justru hal itu menjadikan budaya mereka menjadi lebih dikenal dunia. Dan keadaan ini sepertinya berbanding terbalik dengan yang terjadi dengan budaya Indonesia. Budaya Indonesia cenderung tidak dikenal di dunia karena kurangnya usaha mengenalkan budaya ke dunia. Sangatlah sedikit usaha – seperti halnya film tadi – yang bisa menjadi bentuk pengenalan budaya kita kepada dunia. Bahkan karena sedikitnya usaha-usaha pengenalan itu, memberikan peluang kepada Negara lain sehingga mereka bisa “mencuri” dan mengakui budaya tersebut merupakan budaya milik mereka. Tentunya kita masih ingat beberapa budaya kita – seperti reog, batik dan lainnya – yang dilansir oleh bangsa lain sebagai budaya mereka.

Di samping itu, tidak ada kesadaran dari para pemuda Indonesia untuk mengenal dan mempelajari budaya sIndonesia. Padahal kesadaran itu sangatlah diperlukan untuk melestarikan budaya yang ada. Jika itu bisa, maka niscaya budaya yang ada akan bisa dilestarikan. Saya sedikit bersyukur dengan adanya program televisi yang banyak menceritakan berbagai budaya yang ada. Tetapi jika dilihat, kebanyakan pelaku budaya tersebut adalah para sesepuh yang tentunya sudah berumur. Tidak atau jarang terlihat pelaku budaya tersebut adalah pemuda atau orang yang lebih muda. Jika ini terus terjadi, ketika sang pelaku budaya tadi – yang sudah tidak muda lagi – meninggal dan tidak ada yang mewarisinya, maka budaya tersebut akan hilang terkubur bersama jasad sang pelaku budaya tersebut. Apakah ini akan selalu terjadi di negeri Indonesia ini, yang merupakan negeri dengan ribuan budaya. Kapankah kesadaran untuk melestarikan budaya itu ada dalam benak para pemuda yang menjadi penerus para orang tua. Entah bagaimana usaha yang bisa dilakukan agar para pemuda di negeri ini bisa sadar akan kelestarian budaya yang ada. Semoga kesadaran akan budaya ini segera tertanam dalam jiwa para penerus bangsa ini

Add comment February 7, 2009


 

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

add url

blog teman

Blogroll

Discussion Forum

Download Link

link

news

undangan

Top Clicks

Recent Comments

edofaqeeh on Antara Jempol, SMS dan En…
edofaqeeh on Belajar – Permodelan Geo…
fathur on Belajar – Permodelan Geo…
edofaqeeh on Masalah Login
zulfikar on Masalah Login

Spam Blocked

stat counter

counter create hit
Bookmark and Share

Powered by FeedBurner

Subscribe to RSS headline updates from:
Powered by FeedBurner

guestbook

Sign my Guestbook from Bravenet.com 
Get your Free Guestbook from Bravenet.com

technorati

Technorati search this blog all blogs
Ask questions, get answers, and share tips at  linkbuilding forum.

blog tutorial

info lowongan kerja

Info Lowongan Kerja
Lowongan Kerja Indonesia

yuk ngeblog

Yuk.Ngeblog.web.id

blog indonesia

flagcounter

free counters

feedjit-recent visitors

clustermaps

Tags

antivirus application apply Autorun cara menampilkan file database disembunyikan duplikasi exe facebook file file asli file disembunyikan file hilang files flashdisk folder folder options gratis hidden hidden file hidden files hidden folder hide indonesia kapasitas komputer laptop malam matematika mati media penyimpanan media simpan microsoft ms.word operating system protected sains sembunyi ufd usb Virus virus komputer windows windows explorer
Internet Sehat

Free Relevant Link Exchange

Sign up now for a high quality relevant link exchanges.

Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009
Amfibi Web Search & Directory
Solidaritas untuk anak Indonesia

samsung hope

the bobs

Pages

Archives

Meta

edo

SocialVibe