Budaya
February 7, 2009
Dalam bebapa minggu ini saya menonoton beberapa film yang menyuguhkan nuansa budaya Cina, yaitu Kungfu Panda dan Red Cliff. yah mungkin salah satunya film yang sudah lama. tapi bukan itu yang perlu dipikirkan. Yang saya perhatikan adalah bagaimana orang Cina bisa menampilkan kehebatan dan kemegahan budaya yang dimilikinya. Mereka (orang Cina) mau dan rela budayanya dieksplorasi dan dieksploitasi – dalam hal ini dalam bentuk film. Mereka bisa bangga dengan ekplorasi yang dilakukan terhadap mereka tanpa takut kebudayaan tersebut hilang karena eksplorasi itu. Justru hal itu menjadikan budaya mereka menjadi lebih dikenal dunia. Dan keadaan ini sepertinya berbanding terbalik dengan yang terjadi dengan budaya Indonesia. Budaya Indonesia cenderung tidak dikenal di dunia karena kurangnya usaha mengenalkan budaya ke dunia. Sangatlah sedikit usaha – seperti halnya film tadi – yang bisa menjadi bentuk pengenalan budaya kita kepada dunia. Bahkan karena sedikitnya usaha-usaha pengenalan itu, memberikan peluang kepada Negara lain sehingga mereka bisa “mencuri” dan mengakui budaya tersebut merupakan budaya milik mereka. Tentunya kita masih ingat beberapa budaya kita – seperti reog, batik dan lainnya – yang dilansir oleh bangsa lain sebagai budaya mereka.
Di samping itu, tidak ada kesadaran dari para pemuda Indonesia untuk mengenal dan mempelajari budaya sIndonesia. Padahal kesadaran itu sangatlah diperlukan untuk melestarikan budaya yang ada. Jika itu bisa, maka niscaya budaya yang ada akan bisa dilestarikan. Saya sedikit bersyukur dengan adanya program televisi yang banyak menceritakan berbagai budaya yang ada. Tetapi jika dilihat, kebanyakan pelaku budaya tersebut adalah para sesepuh yang tentunya sudah berumur. Tidak atau jarang terlihat pelaku budaya tersebut adalah pemuda atau orang yang lebih muda. Jika ini terus terjadi, ketika sang pelaku budaya tadi – yang sudah tidak muda lagi – meninggal dan tidak ada yang mewarisinya, maka budaya tersebut akan hilang terkubur bersama jasad sang pelaku budaya tersebut. Apakah ini akan selalu terjadi di negeri Indonesia ini, yang merupakan negeri dengan ribuan budaya. Kapankah kesadaran untuk melestarikan budaya itu ada dalam benak para pemuda yang menjadi penerus para orang tua. Entah bagaimana usaha yang bisa dilakukan agar para pemuda di negeri ini bisa sadar akan kelestarian budaya yang ada. Semoga kesadaran akan budaya ini segera tertanam dalam jiwa para penerus bangsa ini
Entry Filed under: umum. Tags: indonesia, budaya, cina, china, kungfu panda, red cliff, budayawan, pemuda, pelestarian budayam, reog, batik, budaya cina, art.














Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed