Posts filed under 'Uncategorized'
6 ALASAN MENGAPA KITA MINUM KOPI PAGI HARI
dari milist…
Penikmat kopi, ayo minum kopi! ^_^
Banyak orang tidak bisa memulai kegiatannya tanpa meminum kopi di pagi hari terlebih dahulu, namun begitu sering kita mendengar bila kafein tidak baik untuk kita, dan bagaimana meminum kopi dapat menyebabkan masalah pada kesehatan kita. Dalam kenyataannya, kopi mempunyai banyak keuntungan bagi kesehatan, kini saatnya kita mulai mengenalinya. Berikut enam sebab utama bagi kita untuk terus meminum kopi (atau mulai) meminumnya setiap hari!
Menurunkan resiko diabetes tipe-2
Siapa dapat menduga bila minuman sesederhana kopi dapat memberikan keuntungan yang menakjubkan bagi kesehatan? Ternyata, dengan meminum kopi dapat mengurangi resiko diabetes tipe dua. Menurut Sid Kirchheimer dari WebMD, semakin banyak kopi yang diminum, semakin baik hasil yang diperoleh. Bahkan, Universitas Harvard telah melakukan riset tentang manfaat kopi bagi kesehatan selama 18 tahun, dengan menganalisa data dari sekitar 126 ribu orang. Hasilnya, dengan meminum kopi 1-3 cangkir sehari dapat mengurangi resiko terkena diabetes hingga 10 persen, sedangkan dengan meminum kopi 6 cangkir atau lebih dapat mengurangi resiko pria dari serangan diabetes tipe dua sebesar 54 persen, sedangkan untuk wanita dapat berkurang 30 persen. Ini argumen bagus untuk ungkapan “satu poci kopi sehari”, ungkapan bagi orang yang ketagihan minum kopi setiap harinya.
Mengurangi Resiko Penyakit Parkinson dan Lainnya
Enam kelompok studi lain menemukan bahwa peminum kopi yang meminum kopi dengan teratur dapat mengurangi resiko terkena Parkinson lebih dari 80 persen. Menurut Thomas DePaulis, Phd, seorang ilmuwan dari Vanderbilt University’s Institute for Coffee Studies, menyatakan, semakin banyak meminum kopi, diperoleh hasil yang semakin baik. Nampaknya bagi mereka yang tidak meminum kopi, juga memiliki resiko terkena kanker kolon, sirosis hati, bahkan batu empedu! Penelitan terbaru lainnya menunjukkan bahwa kopi dapat memberi keuntungan bagi kesehatan jantung, mengurangi resiko penyakit jantung sampai 53 persen.
Mengimbangi Kebiasaan Jelek Lainnya
Kopi tidak hanya memiliki efek yang bagus bagi tubuh dalam hal melawan penyakit, namun juga dapat membantu untuk mengimbangi atau memutar balik resiko yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk. Menurut Thomas DePaulis, “Perokok dan peminum berat akan memiliki resiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan gangguan liver bila mereka memiliki kebiasaan minum kopi secara teratur dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.”
Dapat Membantu Mengobati Penyakit
Ada bukti yang menunjukkan bahwa kopi dapat membantu mencegah serangan asma dan bahkan dapat mengaturnya di saat kekurangan obat tradisional. Juga, kopi sangat bermanfaat dalam mengobati sakit kepala, khususnya migrain, dan penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum kopi meningkatkan perlindungan terhadap rongga perutnya sendiri.
Mengurangi Berat Badan
Tersedianya anti-oksidan alami dalam kopi, dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Fakta baru lain, yang baru-baru ini ditemukan oleh Fulgencio Saura-Calixto dan M. Elena Diaz-Rubio dalam ACS’ Journal of Agricultural and Food Chemistry, menemukan bahwa kopi bubuk masak dapat menjadi sumber serat yang baik, setiap cangkir mengandung hampir 2 gram serat yang mudah larut. Kebanyakan orang yang menjalani diet sangat sadar akan manfaat serat dalam hal pengurangan berat badan. Menurut penelitian, “kandungan serat yang terdapat pada kopi bubuk masak lebih tinggi dibandingkan minuman umum lain seperti anggur maupun jus jeruk.” Jadi, mari kita minum kopi, saudara-saudara! Tapi hindari gula!
Membantu Kita Mengontrol Depresi
Kopi telah membuktikan dapat membantu mengatur maupun menanggulangi depresi. Sebagian, tentu saja, karena kandungan kafein membuat kita tetap sadar, yang dapat mengurangi perasaan depresi, namun mungkin juga berhubungan dengan tingkat oksidan yang terkandung dalam secangkir kopi. Sebenarnya, suatu penelitian dari Brazil baru-baru ini menunjukkan bahwa bahkan anak-anak dapat meminum kopi dalam jumlah yang sesuai dengan usianya untuk mengatasi depresi. Kenyataannya, dalam penelitian menunjukkan sejumlah kecil kopi (1-2 cangkir sehari) sesungguhnya memiliki manfaat bagi kesehatan anak-anak, meskipun pernyataan sebelumnya menyatakan bahwa meminum kopi dapat menghambat pertumbuhan seseorang.
Ada lebih banyak manfaat minum kopi bagi kesehatan dan tampaknya mereka jauh lebih bermanfaat dibandingkan resiko yang didapatkan. Jadi berhentilah merasa bersalah dan nikmatilah secangkir kopi Anda di pagi hari! Jika suatu saat ada seseorang yang mengatakan kepada Anda bahwa Anda meminum kopi terlalu banyak atau Anda semestinya berhenti meminumnya, sampaikan fakta-fakta diatas kepada mereka. Saya tahu Anda akan mengatakannya! (EpochTimes/ Whs)
Sumber : http://www.helium.com
4 comments February 9, 2009
Karya Ilmiah Internasional
Saya sebagai mahasiswa banyak memakai referensi dari buku-buku yang ada dari luar negeri. Kekaguman saya muncul ketika beberapa penulis buku itu merupakan orang-orang asia. Ada rasa bangga yang muncul dari diri ini dengan adanya karya ilmiah berupa buku tersebut. Sebagai contoh, saya melihat banyak teman-teman saya di bidang statistika sering mengandalkan/ merujuk kepada buku karya Subbash Sharma dalam bidang Multivariate Analysis. Buku tersebut sering menjadi referensi utama bagi teman-teman statistika saya dalam menyelesaikan tugas ataupun masalah dalam bidang multivariat statistik. Buku tersebut juga sering menjadi rujukan bagi para dosen dalam mengajarkan teori statistika. Buku tersebut merupakan satu dari karya orang India yang merambah ke dunia Internasional.
Yang menjadi sudut pandang saya adalah, banyak atau sering kontribusi dunia internasional dalam bidang ilmu pengetahuan yang dilakoni oleh orang-orang India dan Cina. Contoh buku lainnya yaitu Introduction to Econometrics, yang penulisnya adalah Damodhar Gujarati. Dari tampilannya saja, kita bisa langsung menebak bahwa sang penulis adalah orang India. Banyak tersebar nama-nama orang Cina dan India dalam karya-karya di bidang ilmu pengetahuan, terlepas dari asumsi apakah orang tersebut memang orang Cina dan India asli ataupun bukan. Yang pasti dengan menggunakan nama tersebut, ia masih membawa budaya nenek moyangnya. Tentunya kita tidak sulit menebak nama dari orang-orang Cina dan India. Tentunya kita tahu karya yang dihasilkan oleh orang barat lebih banyak. Tetapi ada sedikit kebanggaan ada orang asia yang juga bisa berkarya dan bersaing di dunia internasional.
Dari keterangan tersebut, yang memperhatikan saya adalah mengapa tidak ada ataupun jarang sekali kontribusi-kontribusi seperti tadi dilakukan oleh orang Indonesia. Saya jarang atau bahkan belum menemukan karya dalam bidang ilmu pengetahuan yang penulisnya adalah orang Indonesia. Saya memohon maaf karena saya sejatinya belum menemukan hal tersebut. Mungkin yang baru saya ketahui adalah hanya tesis dari Andrea Hirata – sang penulis tetralogi laskar pelangi – dalam bidang ekonomi komunikasi yang menjadi menjadi salah satu rujukan penting dalam bidang ekonomi.
Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia bahwa karya salah satu putra negeri ini bisa ‘mendunia’. tetapi adakah karya-karya yang lain yang bisa mendunia? ini menjadi suatu ironi bagi bangsa yang merupakan salah satu negara berpenduduk terbanyak di dunia. Kita bisa bangga dengan para prestasi para siswa-siswi yang menjuarai berbagai olimpiade matematika ataupun sains yang lain. Tetapi kemana yang lainnya? Kemanakah orang Indonesia lain yang memiliki karya yang bisa mendunia dan bisa terkenal di dunia internasional? Akankah hanya segelintir orang saja yang dapat berprestasi? Ini merupakan tantangan tersendiri bagi para pemuda Indonesia. Jika kita bisa menghasilkan karya yang mendunia, maka tentunya kebanggaan itu tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri. Tetapi pasti dirasakan juga oleh seluruh negeri, karena kita bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi negeri ini.
Add comment February 7, 2009
Gratis
Kalau dipikir-pikir, seringkali kita-kita ini menyukai yang gratis atau gratisan. biasanya orang banyak suka mendapat sesutau yang gratisan. misalnya sampel produk gratis, gratis pulsa, minuman gratis, makan gratis dan gratisan-gratisan lain yang banyak jenisnya. Tebakan saya, sangatlah jarang seseorang yang menolak untuk menerima sesuatu yang diberikan secara gratis. Tabiat ini seakan sangatlah melekat dalam jiwa orang-orang. Tabiat ini menyatakan seseorang yang senang menerima sesuatu yang didapat secara Cuma-Cuma tanpa ada usaha atau usaha yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Semua yang diberikan secara gratis itu rela diterima karena memberikan keseenangan ataupun manfaat.
Bagi si pemberi, sebenarnya ia tidak memberikannya secara Cuma-Cuma, tetapi tentunya ada sesuatu yang bisa ia dapatkan dari pemberian itu. Sebagai contoh, suatu perusahaan memberikan suatu produk secara gratis, dengan harapan ia dapat menambah jumlah customernya. Atau seorang teman yang mentraktir temannya pada saat ia mendapatkan suatu rezeki, ia mengharapkan doa dari para temannya itu dan sebagainya.
Tetapi jika dibalik posisinya, apakah pernah terpikir oleh kita untuk memberikan sesuatu secara Cuma-Cuma? Tanpa mengharapka balasan? Contoh yang paling kongkrit adalah pernahkah atau seringkah terbersit di kepala kita untuk memberikan sumbangan untuk saudara kita dengan Cuma-Cuma ataupun sukarela. Hendaknya ini menjadi bahan pikiran kita, karena selama ini kita selalu ada dalam posisi ‘tangan dibawah’ atau orang yang menerima. Kita patut menanyakan kepada diri kita, seberapa sering kita memposisikan diri sebagai ‘tangan yang diatas’ atau orang yang memberi.
Jika menilik dari suatu hadis Nabi Muhammad SAW; “Tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah”. Banyak dari kita tentunya mengetahui makna dari hadis itu, bahwa tangan yang diatas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang menerima. Dari hadis itu juga, kita tau bahwa orang yang menerima itu lebih baik, sedangkan orang yang menerima itu tidak lebih baik, atau bisa diartikan orang yang memberi itu memiliki derajat yang tinggi dan orang yang menerima itu memiliki derajat yang lebih rendah. Akankah kita terus menjadi orang yang senang menerima gratisan, menerima pemberian, orang yang berada pada posisi ‘tangan dibawah’ yang memiliki derajat yang lebih rendah? Kapankah kita bisa beranjak kepada posisi ‘tangan diatas’, memiliki derajat yang lebih tinggi sebagai orang yang memberi? Tentunya kita ini patut kita renungkan dalam pikiran kita.
Add comment February 1, 2009













