‘Strategi Marketing’ a la Pedagang Asongan dan Kelontong

Posted: January 19, 2010 in marketing
Tags: , , , ,

Terus aje ngejekin… tunggu aje, kalo perutnya udah melilit pasti dah pada nyariin buat beli dagangan gw…

Masih terngiang di kepala saya omongan itu. Itu adalah omongan teman yang berjualan di bis sewaktu berangkat acara tempo hari. Dia sengaja ‘menyempatkan diri’ membawa barang dagangan berupa makanan kecil / snack seharga Rp.2.500,-. Ia menjajakan dagangannya kepada teman2 yang sedang dalam perjalanan ke acara musyawarah tahunan. Pada awalnya banyak yang mencibir ketika ia menjajakan dagangannya. Karena orang-orang menganggap bahwa mereka tidak perlu membeli dagangannya dalam kondisi perjalanan seperti ini. Mereka juga beranggapan bahwa dia tidak perlu melakukannya karena yang dia tawarkan adalah teman-temannya sendiri. Tapi apa lacur? beberapa lama setelah itu, karena mungkin merasa jenuh dengan perjalanan jauh atau memang perut mereka sedikit ingin diisi, para penumpang terlihat mencari-cari ‘sang penjual snack’ untuk membeli dagangannya.

Memang begitulah yang dilakukan oleh para pedagang asongan di angkutan umum ataupun pedagang kaki lima atau kelontong. Mereka menjajakan dagangan mereka,terus menjajakan dan menunggu sampai ada yang mau ada yang
membeli. Ini bisa disebut cara pemasaran – atau dengan bahasa kerennya strategi marketing – a la pedagan asongan, kaki lima dan pedagang kelontong.

Jika ditilik lebih dalam lagi, sebenarnya ada sedikit perbedaan antara cara pemasaran pedagan asongan dan pedagang / warung kelontong. Pedagang  asongan atau kaki lima (yang berjualan keliling) pergi beredar menjajakan dagangannya, sedangkan pedagang kaki lima (yang tidak berkeliling) dan warung kelontong menunggu sampai ada pembeli. Memang prinsip dari pedagan kelontong adalah menjual keperluan-keperluan yang umumnya diperlukan sehari-hari. Jadi bisa dikatakan semua orang membutuhkannya.

Sebenarnya ada satu hal yang (mungkin) memang dimanfaatkan oleh para pedagang tersebut, yaitu sifat manusia. Sifat manusia cenderung berkeinginan untuk memenuhi kebutuhan walaupun itu tidak mendesak. Jika kita pinjam istilah orang Betawi, manusia cenderung ‘iseng’ jika melihat ada suatu barang yang dijajakan di hadapannya. Hal memang dimanfaatkan oleh para pedagang tersebut.

Tapi yang perlu digarisbawahi adalah, pedagang kelontong serta – khususnya – pedangan asongan memanfaatkan sesuatu yang sangat penting dan brilian, yaitu Momentum. Ya momentum. Itulah mengapa saya sebutkan “khususnya pedangan asongan”, ini karena mereka memanfaatkan momentum para konsumennya yang ada di jalanan dan angkutan umum. Umumnya pedagang asongan menyediakan barang-barang yang (pasti) diperlukan oleh orang yang sedang melakukan perjalanan, seperti minuman, makanan ringan, rokok dan lain sebagainya. Ambil satu contoh: minuman; kenyataannya adalah bahwa orang yang sedang melakukan perjalanan lambat laun pasti akan merasa haus dan memerlukan minuman. Nah, disinilah momentum yang dimanfaatkan para pedagan asongan untuk menjaring konsumen. Seperti yang diceritakan di awal tadi, teman saya ‘sang penjual snack’ menjajakan dagangannya, dan menunggu momentum di saat teman-temannya akan merasa jenuh atau perlu untuk mengisi perut yang kosong,dan akhirnya dagangannya dibeli dan laku. Itulah kekuatan momentum dari pedagan asongan.

Bravo pedagang asongan…!

NB:

Ini sebenarnya tidak nyambung dengan tulisan diatas, tapi salah satu hal yang mendorong menuliskan ini adalah rasa salut saya kepada teman saya ‘sang penjual snack’ yang jeli melihat peluang untuk menjual dagangan berupa makanan kecil di dalam bis selama perjalanan waktu itu. I’m proud of you bro. (Wish) next time I can beat you…:D

Advertisements
Comments
  1. Jaenal says:

    Mantap!!!
    makasih artikelnya….

  2. maydina says:

    nice artikel…kirim donk ke belajar kreatif..bs tuk materi lumbung ide emagz…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s