Dancing In The Moonlight (?)

Posted: June 25, 2012 in Uncategorized
Tags: , , , ,

dari kemarin terngiang2 lagu berlirik Dancing In The Moonlight. setelah saya cari di internet, ternyata itu lagu milik King Harvest pada tahun 1973. mungkin karena memang lagunya cukup enak didengar, akhirnya lagu itu banyak yang menyanyikannya ulang. yang cukup terkenal saat ini (baca: sering diputarkan lagunya) adalah yang dinyanyikan oleh Toploader. berikut saya lampirkan lagunya:
oleh King Harvest :
King Harvest – Dancing in The Moonlight

dan ini yang dinyanyikan oleh Toploader:
Toploader – Dancing in The Moonlight

tapi saya juga tertarik dengan lagu yang menyatutkan lirik “dancing in the moonlihgt”, yaitu lagu milik Jessie J berjudul Domino
Jessie J – Domino

yang saya pikirkan adalah, dalam lagu tersebut terlihat orang berbahagia mereka bisa ber-dancing in the moonlight yg diartikan “menari (atau bermain2) di bawah sinar rembulan”. mereka bisa melakukan berbagai kesenangan di luar rumah saat bulan bersinar terang (terutama di saat bulan purnama). betapa bahagianya.
Pertanyaan saya, apakah sekarang masih banyak orang yang melakukan kesenangan tersebut? bermain-main di bawah sinar rembulan? saya rasa tidak.
saya akui, dulu saya masih merasakan indahnya bulan purnama dan senangnya bisa bermain-main di malam hari. bisa bercengkrama dengan keluarga ataupun melakukan berbagai permainan dengan kakak-adik dan teman-teman di halaman rumah yang cukup luas ataupun di lapangan. tapi, itu dulu, saat saya masih kecil. sekarang mungkin saya sudah sulit melakukannya.
Yang membuat saya sedikit pesimis untuk bisa melakukannya adalah kenyataan bahwa sekarang sudah sedikit sekali ditemukan tanah lapang untuk bermain-main-untuk orang dewasa dan khususnya untuk anak-anak. susah untuk mewujudkan “dancing in the moonlight” bermain-main di tanah lapang/ pekarangan luas di bawah sinar rembulan karena sekarang sedikit saja terlihat tanah lapang, akan segera dijadikan rumah, perumahan ataupun bangunan lainnya. padahal anak-anak perlu tempat bermain seperti tanah lapang tersebut. jika itu ada, mereka bisa lebih banyak kreasi untuk bermain-main dan bercengkrama dengan teman-temannya.
badingkan dengan sekarang, anak-anak cenderung lebih ‘disuguhi’ permainan-permainan berbasis teknologi; Video Game, Game Online, Game-game komputer dan tablet serta lainnya. semua itu Hanya mengandalkan pergerakan mata, jari tangan dan otak. bandingkan jika mereka bermain-main di pekarangan/ tanah lapang. anggota badan mereka bisa lebih banyak yang bergerak, perkembangan motorik anak bisa lebih baik. yang saya tau, perkembangan motorik yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak. saya berani bertaruh kalau anak-anak jaman dulu yang “hanya” bermain lompat tali, gundu dan lainnya, perkembangan motoriknya lebih maju dibandingkan anak-anak jaman sekarang.
maka dari itu, saya sedikit menyangsikan jika Dancing In The Moonlight masih bisa dilakukan sekarang. tempat bermain/ tanah lapang semakin sedikit digantikan dengan bangunan. hanya untuk melihat rembulan di malam hari pun agak susah. saya hanya berharap masih banyak yang sadar akan perlunya ketersidaan tempat bermain (dan tanah lapang) untuk anak-anak juga untuk orang dewasa. semua itu tidak merugikan, bahkan lebih menguntungkan.
semoga saya bisa terus menikmati indahnya rembulan di malam hari tanpa terhalang apapun. amin

Dancing in the moonlight
Everybody’s feeling warm and bright
It’s such a fine and natural sight
Everybody’s dancing in the moonlight

Advertisements
Comments
  1. di kampung gue masih banyak tanah lapang kok kak, mau nari in the moonlight kek, kejar-kejaran ampe jungkir balik juga bisa.. hhahaha

    tapi kalau dijakarta mah udah susah, tapi masalahnya bukan dari sarana (tanah lapang) aja, tapi dari anak- anak itu sendiri. mereka lebih memilih duduk terus mencetin tombol game daripada bermain di tanah lapang atau cuma lari-larian.

    ngomongin lari-larian, keliatannya lari-larian kejar-kejaran sama sekolah laen sambil bawa gir motor bisa ngembangin motorik mereka,. ironi…

    • edofaqeeh says:

      bersyukurlah yang di dekat rumahnya masih banyak tanah lapang. sy jg ngiri.
      masih bisa maen2 di tanah lapang deket rumah itu hampir sama kebahagiaan yg tak terbayar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s