Lucu

Posted: May 14, 2013 in bidang ilmu lain, umum
Tags: , ,

Image

Parodi, sebaliknya, lebih cenderung nakal, jahil, tapi tanpa sikap militan yang menghantam sasaran. Di dalamnya ada sifat humor yang mendasar. Di dalamnya tertawa adalah untuk kami dan sekaligus untuk kita. “Tertawa tampaknya butuh sebuah gema,” kata Henri Bergson dalam risalahnya tentang tertawa. Ketika kita tertawa sendirian di perpustakaan membaca sebuah lelucon, kita sebenarnya tertawa bersama dengan orang lain, entah di mana, baik dengan si pembuat lelucon itu maupun mereka yang membaca lelucon yang sama.

paragraf diatas itu adalah kutipan dari Caping Goenawan Muhammad yang berjudul “Tertawa“. menurut saya itu adalah suatu teori, teori tentang (bagaimana orang) tertawa. mungkin banyak orang menganggap urusan “tertawa” ini urusan sepele, karena tertawa cenderung muncul spontan dan tanpa direncanakan. memang kegiatan tertawa biasanya muncul secara spontan, begitu kita mendengar sesuatu yang lucu, otak kita terrangsang dan badan kita terpicu untuk mengekspresikan/ merespon hal lucu tersebut dengan tertawa. nah, saya sendiri ingin mengajukan satu analogi-atau bisa juga disebut teori tentang filosofi hal lucu. agak jauh, tapi masih berkaitan juga sih dengan tertawa, karena tertawa dipicu oleh hal yang lucu.

teori saya adalah: “orang biasanya akan menyimpulkan suatu hal itu lucu karena hal itu tidak berada pada tempat yang sesuai”. contohnya: saat Mr. Bean mengikuti lomba binatang peliharaan paling nurut untuk berjalan di papan. peserta yang lain mengikutkan anjing2 mereka, sedangkan ‘binatang peliharaan’ Mr. Bean adalah boneka beruang kecil miliknya. para anjing peserta lomba itu gagal untuk melewati tantangan2 lomba itu, sedangkan ‘peliharaan’ Mr. Bean menang karena jelas menang karena menurut sepanjang perlombaan. contoh diatas termasuk hal yang lucu. Mr. Bean menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. dia mengikutkan boneka ke dalam perlombaan binatang peliharaan. tentu saja itu tidak pas dan cenderung bersifat lucu.

mungkin anda bisa mendapatkan contoh2 lain dari lelucon2 yang ada dalam film komedi, film kartun, lenong, ketoprak atau hal2 lain sumber lelucon. menurut saya, semua hal2 lucu yang ditemukan itu sesungguhnya adalah hal yang tidak sesuai dengan hal yang seharusnya. karena hal itu tidak biasa, jadilah hal itu disebut lucu.

barangkali anda punya teori lain tentang hal lucu? ­čÖé

salah satu yang saya tidak suka adalah masjid yang jeda waktu antara adzan dan iqomat sangat singkat, sampai2 tidak sempat untuk shalat qabliyah -__-“

Quote  —  Posted: December 4, 2012 in Uncategorized

Dan sungguh atitude yg buruk sangat mudah terlihat dari hal-hal kecil: membuang sampah sembarangan ,tidak tertib lalu lintas, dll.

Kutipan Hari ini dari Pak Taufik, mengomentari orang yang membuang sampah sembarangan.

Quote  —  Posted: November 22, 2012 in Uncategorized
Tags: , ,

Salah Satu Solusi

Posted: November 22, 2012 in umum
Tags: , , , ,

lagu kagum sama salah satu komentar seseorang di postingan pesbuk. unik tapi lebih realistis. ceritanya, saya baca salah satu postingan di grup pesbuk Dosen Indonesia, postingan itu tentang ajakan untuk memboykot produk2 yg mendukung israel terkait serangan israel ke Palestina. seperti postingan2 boykot produk sebelum2nya, tampilannya ya ada poto2 merk dagang yg (katanya) mendanai pihak israel. *sy juga blm tau persis apakah memang benar produk2 itu mendukung atau tidak*. entah benar mendukung atau tidak, yang jelas komentar postingan ini cukup banyak, tercatat sekarang ini (22 nov, sejak dipasang 2 hari yg lalu) sudah mencapai 151 komentar. banyak yg berkomentar memberi dukungan, banyak juga yg bepikir untuk lebih menyikapinya dengan bijaksana, dan salah satu komentar yg saya cukup kagumi adalah dari pak Agus Kurniawan yang berbunyi Read the rest of this entry »

dari kemarin terngiang2 lagu berlirik Dancing In The Moonlight. setelah saya cari di internet, ternyata itu lagu milik King Harvest pada tahun 1973. mungkin karena memang lagunya cukup enak didengar, akhirnya lagu itu banyak yang menyanyikannya ulang. yang cukup terkenal saat ini (baca: sering diputarkan lagunya) adalah yang dinyanyikan oleh Toploader. berikut saya lampirkan lagunya:
oleh King Harvest :
King Harvest – Dancing in The Moonlight

dan ini yang dinyanyikan oleh Toploader:
Toploader – Dancing in The Moonlight

tapi saya juga tertarik dengan lagu yang menyatutkan lirik “dancing in the moonlihgt”, yaitu lagu milik Jessie J berjudul Domino
Jessie J – Domino

yang saya pikirkan adalah, dalam lagu tersebut terlihat orang berbahagia mereka bisa ber-dancing in the moonlight yg diartikan “menari (atau bermain2) di bawah sinar rembulan”. mereka bisa melakukan berbagai kesenangan di luar rumah saat bulan bersinar terang (terutama di saat bulan purnama). betapa bahagianya.
Pertanyaan saya, apakah sekarang masih banyak orang yang melakukan kesenangan tersebut? bermain-main di bawah sinar rembulan? saya rasa tidak.
saya akui, dulu saya masih merasakan indahnya bulan purnama dan senangnya bisa bermain-main di malam hari. bisa bercengkrama dengan keluarga ataupun melakukan berbagai permainan dengan kakak-adik dan teman-teman di halaman rumah yang cukup luas ataupun di lapangan. tapi, itu dulu, saat saya masih kecil. sekarang mungkin saya sudah sulit melakukannya.
Yang membuat saya sedikit pesimis untuk bisa melakukannya adalah kenyataan bahwa sekarang sudah sedikit sekali ditemukan tanah lapang untuk bermain-main-untuk orang dewasa dan khususnya untuk anak-anak. susah untuk mewujudkan “dancing in the moonlight” bermain-main di tanah lapang/ pekarangan luas di bawah sinar rembulan karena sekarang sedikit saja terlihat tanah lapang, akan segera dijadikan rumah, perumahan ataupun bangunan lainnya. padahal anak-anak perlu tempat bermain seperti tanah lapang tersebut. jika itu ada, mereka bisa lebih banyak kreasi untuk bermain-main dan bercengkrama dengan teman-temannya.
badingkan dengan sekarang, anak-anak cenderung lebih ‘disuguhi’ permainan-permainan berbasis teknologi; Video Game, Game Online, Game-game komputer dan tablet serta lainnya. semua itu Hanya mengandalkan pergerakan mata, jari tangan dan otak. bandingkan jika mereka bermain-main di pekarangan/ tanah lapang. anggota badan mereka bisa lebih banyak yang bergerak, perkembangan motorik anak bisa lebih baik. yang saya tau, perkembangan motorik yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak. saya berani bertaruh kalau anak-anak jaman dulu yang “hanya” bermain lompat tali, gundu dan lainnya, perkembangan motoriknya lebih maju dibandingkan anak-anak jaman sekarang.
maka dari itu, saya sedikit menyangsikan jika Dancing In The Moonlight masih bisa dilakukan sekarang. tempat bermain/ tanah lapang semakin sedikit digantikan dengan bangunan. hanya untuk melihat rembulan di malam hari pun agak susah. saya hanya berharap masih banyak yang sadar akan perlunya ketersidaan tempat bermain (dan tanah lapang) untuk anak-anak juga untuk orang dewasa. semua itu tidak merugikan, bahkan lebih menguntungkan.
semoga saya bisa terus menikmati indahnya rembulan di malam hari tanpa terhalang apapun. amin

Dancing in the moonlight
Everybody’s feeling warm and bright
It’s such a fine and natural sight
Everybody’s dancing in the moonlight

Dewi Lestari feat. Arina ‘Mocca’ – Aku Ada

Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku selain hatiku
Dan ombak berderu

Di pantai ini kau slalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba
Suaraku memanggilmu akulah lautan
Ke mana kau┬ás’lalu pulang

Jingga di bahuku
Malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan
Ku terus melangkah
Kuingin kutahu engkau ada

Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku
Andai engkau tahu

Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi akulah lautan
Memeluk pantaimu erat

Jingga di bahumu
Malam di depanmu
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan
Teruslah melangkah
Ku tahu kau tahu aku ada